7 Kunci Dasar #JadiRelawan Saat Bencana Alam – Indorelawan Blog
7 Kunci Dasar #JadiRelawan Saat Bencana Alam
March 8, 2018
0

Tahun 2014, Center for Research on the Epidemiology of Disasters (CRED), mempublikasikan Laporan Bencana Tahunan yang menjelaskan bahwa Indonesia termasuk dalam lima besar negara yang paling rawan bencana di dunia. Di tahun 2017, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 2.2.71 bencana alam yang terjadi di Indonesia. Oleh karena itu, peran relawan untuk menghadapi bencana alam sangat dibutuhkan. Semakin banyak jumlah relawan yang membantu, semakin cepat juga pertolongan terhadap korban-korban bencana alam tersebut.

Nah, kemampuan dasar apa saja, sih, yang sebaiknya dimiliki oleh para relawan bencana alam?

1. Kemampuan Medis Dasar

Foto: Relawan Rumah Zakat

Hal ini sangat diperlukan karena kalian dapat membantu tim medis untuk mengobati korban bencana alam. Selain itu, besar juga kemungkinan bagi kalian untuk terluka atau cedera karena daerah yang kalian tempati adalah lokasi bencana alam. Jika kalian memahami kemampuan medis dasar, kalian dapat mengobati diri kalian sendiri dan relawan lainnya agar tidak mengganggu kerja tim medis.

 2. Pengetahuan Umum mengenai Pangan dan Prosedur Sanitasi

Foto: Pos Logistik BNPB

Mengetahui cara memurnikan air, menyimpan stok makanan dengan benar, sampai cara membuang sampah agar tidak menyebabkan penyebaran penyakit dapat menjadi sangat berguna untuk para relawan bencana alam. Sebaliknya, apabila para korban justru semakin sakit dikarenakan makanan atau minuman yang disediakan telah terkontaminasi dengan bakteri dan penyakit, keadaan akan semakin buruk dan tim medis tidak akan dapat bekerja dengan efektif untuk memulihkan para korban.

 3. Kemampuan Menggunakan Teknologi

Foto: Tribunnews – Erupsi Gunung Kelud 2014

Di era digital, peran teknologi sangat penting. Dokumentasi adalah salah satu cara untuk menginformasikan masyarakat luas mengenai bencana alam yang sedang terjadi. Informasi yang disebarkan melalui foto dan video sangat penting untuk menggerakkan masyarakat agar dapat meningkatkan simpati dan empati, terutama bagi masyarakat yang ingin menjadi relawan atau donatur. Melalui foto dan video juga dapat diinformasikan secara akurat dana yang didonasikan sampai kepada korban bencana alam.

Akan tetapi, selalu ingat pada kode etik jurnalistik. Jangan mengobjektifikasi para korban untuk kepentingan diri sendiri dan kelompok ya!

4. Kemampuan Konseling Traumatik

Foto: Konseling pasca bencana

Setelah mengalami bencana alam, kehilangan keluarga, harta, dan benda, biasanya banyak orang akan dilanda oleh perasaan takut yang berlebihan. Ada juga yang merasa mati rasa. Kebanyakan dari mereka akan pulih dengan sendirinya, umumnya dalam beberapa minggu. Namun, beberapa dari mereka, traumanya justru berkembang menjadi apa yang dinamakan PTSD, Post-Traumatic Stress Disorder.

PTSD adalah kondisi kejiwaan yang dipicu oleh kejadian tragis yang pernah dialami. Gejala yang mungkin muncul termasuk kilas balik, mimpi buruk dan kecemasan yang parah, serta pikiran tak terkendali tentang kejadian tersebut.

Salah satu yang dapat memperburuk stres dan maka dari itu menambah resiko berkembangnya dampak-dampak psikologis  adalah kurangnya dukungan sosial dan emosional. (Emergency Management Australia, 1999). (Disaster Mental Health Response Handbook, p. 36).

Berikan waktu dan ruang untuk korban-korban bencana tersebut jika mereka ingin meluapkan perasaannya. Jadilah pendengar yang baik merupakan hal yang paling penting dan beri mereka dukungan serta semangat akan membantu proses pemulihan emosi mereka.

5. Kemampuan Manajemen Stres

Foto: pslpb.uad.ac.id

Menangani korban bencana alam yang mengalami stres dan trauma bukan hal yang mudah. Ada kaitannya dengan kemampuan konseling dasar, kemampuan manajeman stres diperlukan untuk relawan yang terjun ke lokasi agar tidak mudah ikut terbawa arus emosi korban bencana dan ikut stres.

6. Ekspektasi yang Tidak Berlebihan

Foto: SMA Muhammadiyah 1 Kabanjahe yang dijadikan Posko Islamic Center.

Kalian harus dapat menerima kondisi lokasi yang ada. Jangan mengharapkan untuk mandi setiap hari secara rutin, kamar mandi yang bersih, tidur di tempat yang nyaman, dan lain-lain. Sejak memiliki niat dan berangkat, kalian harus paham dan menerima keadaan bahwa berada di lokasi bencana alam dan menjadi relawan bencana alam tidak nyaman seperti kalian berdiam diri di rumah.

7. Kemampuan Dasar Bertahan Diri

Foto: Persiapan Relawan Bencana Alam

Bertahan diri di lokasi bencana alam butuh mental yang kuat agar kalian tidak menjadi penghambat relawan lain dalam penanggulangan bencana. Beberapa barang yang harus kalian bawa untuk persediaan di lokasi bencana alam.

  • Obat-obatan pribadi
  • Lampu solar
  • Mie instan atau makanan kemasan lain yang mudah/tidak perlu dimasak
  • Pakaian cukup
  • Botol minum

Nah, apakah kamu sudah siap jadi relawan bencana alam? Jika kamu tertarik menjadi relawan bencana alam, cari tahu lebih lanjut organisasi yang mengadakan pelatihan bagi relawan bencana alam, diantaranya adalah Sekolah Relawan yang memiliki program Disaster Leadership Training. Kamu juga bisa melihat organisasi sosial lainnya yang memiliki fokus untuk penanggulangan bencana di sini.

Baca juga pengalaman Rifaldi yang pernah menjadi relawan saat bencana alam Gunung Sinabung di sini. Punya pengalaman saat terjun ke lokasi bencana? Share di kolom komentar yuk!

Referensi

http://www.cred.be/

https://bnpb.go.id/

https://dibi.bnpb.go.id/

https://matadornetwork.com/bnt/10-things-need-volunteering-disaster-relief-nepal/

https://www.ptsd.va.gov/professional/trauma/disaster-terrorism/stress-mv-t-dhtml.asp

Ditulis oleh Talitha Rucira dan Alfhatin Pratama.

Alfhatin Pratama

Post by Alfhatin Pratama

Mahasiswa Program Studi Jerman UI yang suka melancong, menulis, dan bersepeda di sore hari. Suka juga baca buku dan diskusi tentang sastra, budaya, sejarah, dan hak asasi manusia.