Belajar Mengubah Mindset di Kelas Belajar Berbagi ke-5 – Indorelawan Blog
Belajar Mengubah Mindset di Kelas Belajar Berbagi ke-5
February 18, 2018
0

Sabtu, 10 Februari 2018. Indorelawan baru saja melaksanakan kegiatan Belajar Berbagi yang ke-5 di Gokana Sarinah, Jakarta Pusat. Kegiatan yang bertemakan “Perubahan Mindset untuk Dampak Sosial yang Berkelanjutan; Studi Kasus Program Perbaikan Mutu Pendidikan di Sumba” ini yang menghadirkan pembicara, Bapak Dr. Ir. Gede Raka. Beliau telah berhasil menumbuhkan jiwa kepemimpinan 1200 guru dan mendorong mereka melakukan transformasi pendidikan di Sumba Timur. Selain itu, beliau juga merupakan pendiri Perkumpulan Masyarakat Pendidikan Sejati (MPS), fasilitator pengembangan kepemimpinan dan transformasi budaya perusahaan dan guru besar Institut Teknologi Bandung (purnabakti).

Acara ini juga turut dihadiri oleh 63 organisasi dengan berbagai isu sosial, diantaranya adalah Komunitas Relokasi Humanis, Jakarta Osoji Club, Indonesia Overseas Alumni (IOA),  Komunitas 1001 Buku dan lain-lain. Hadirnya Tulus, seorang musisi yang juga hadir sebagai perwakilan dari Bantu Guru Belajar Lagi turut menambah kemeriahan Belajar Berbagi ke-5.

Pemaparan Materi dari Dr. Ir. Gede Raka

Pak Raka sangat mengapresiasi para relawan, khususnya relawan muda, yang hadir mengikuti kelas Belajar Berbagi ke-5. “Saya agak telat memulai kegiatan kerelawanan”, ujar beliau. Pak Raka mengatakan bahwa mengubah mindset bukanlah suatu hal yang baru, “Indonesia merdeka pun karena perubahan mindset masyarakat pada saat itu”, tambah beliau. Permasalahan yang sering dilupakan untuk melakukan perubahan sosial berdampak dan berkelanjutan adalah belajar dari sejarah.

Pasca Orde Baru, Pak Raka merasa prihatin ketika anggaran pendidikan sudah meningkat tapi mutu pendidikan masih jalan di tempat. Kebijakan pemerintah yang kurang tepat seperti kurikulum yang terus berganti, “Padahal permasalahan intinya bukan terletak di situ (kurikulum) tapi kualitas SDM guru dan kepala sekolah juga harus diperhatikan”. Beliau mengistilahkannya dengan ‘memanjat pohon yang salah’. Terlebih lagi, pendidikan semakin menjadi komoditas yang hanya bisa dirasakan masyarakat yang punya uang. Lalu terbesit dalam benak Pak Raka dan rekan-rekannya; Bisa kah kita menciptakan pendidikan yang baik bagi orang-orang miskin?

Pada tahun 2012 Pak Raka dan rekan-rekannya bekerjasama dengan beberapa organisasi untuk mengadakan kegiatan yang berkelanjutan di Sumba Timur dan berhasil membantu kepala sekolah dan guru untuk mengenali, mengembangkan, dan mengerahkan potensi kebajikan mereka sebagai pemimpin dan agen perubahan di lingkungan kerja mereka masing-masing. Tidak lupa pelatihan bagi pengawas juga diadakan, belajar dari masa lalu bahwa birokrasi menjadi penghambat perkembangan. Alasan Pak Raka memilih Sumba Timur sangat personal, beliau mendapat cerita tentang keadan di Sumba yang memprihatinkan, “Saya sampai mengeluarkan air mata”, ujar beliau.

Keseruan Foto Bersama

Acara yang berlangsung selama 2 jam ini juga mendapatkan antusiasme yang tinggi dari para peserta ketika mendengar cerita dan tips yang dibagikan oleh Pak Raka. Salah satu peserta, Dewi dari Dayakan Indonesia BTPN mengatakan, “Acara ini seru banget! Bisa bertemu langsung dengan inspirator yang expert dalam hal pemberdayaan, self motivation, self improvement, dan mindset. Jadi tergerak untuk terjun lansung mengubah diri sendiri dan lingkungan sekitar.”

Tunjung dari Ruang Berbagi Ilmu juga menyampaikan kesannya untuk Belajar Berbagi ini yang telah memberikan bekal untuk organisasinya yang juga bergerak di bidang pendidikan untuk guru di daerah, “Kita banyak belajar hari ini, bagaimana caranya mengelola strategi untuk sharing di daerah, bagaimana mengubah paradigma lama menjadi paradigma baru di era sekarang, dan strategi untuk perubahan-perubahan lainnya di dunia pendidikan”.

Selain mendengarkan paparan dari Pak Raka, peserta yang hadir juga berkesempatan untuk berjejaring dan menginisiasi sebuah kolaborasi lintas isu!

Kertas kolaborasi yang ditulis oleh organisasi peserta Belajar Berbagi.

Nah, bagi teman-teman yang belum dapat hadir di Belajar Berbagi, tidak perlu khawatir karena masih akan ada Belajar Berbagi selanjutnya. Nantikan informasinya di media sosial Indorelawan ya. Mari ubah niat baik jadi aksi baik hari ini!

Alfhatin Pratama

Post by Alfhatin Pratama

Mahasiswa Program Studi Jerman UI yang suka melancong, menulis, dan bersepeda di sore hari. Suka juga baca buku dan diskusi tentang sastra, budaya, sejarah, dan hak asasi manusia.