Berbagi 650 Sandang di Payakumbuh – Indorelawan Blog
Berbagi 650 Sandang di Payakumbuh
June 30, 2016
0

Delapan bulan sudah saya menamatkan studi strata satu (S1). Jujur saya merindukan dapat kembali ke masa-masa tersebut karena di kampus banyak sekali kegiatan sosial yang bisa saya ikuti bersama mahasiswa/i lainnya. Saya sangat menyukai kegiatan sosial, bertemu dengan orang baru, lingkungan baru, dan cerita baru. Namun, sejak tidak menyandang status sebagai mahasiswi lagi, saya pikir sangat susah untuk mengikuti kegiatan sosial karena tidak ada lagi yang mengajak untuk ikut acara semacam itu.

Saat ini saya akan menempuh pendidikan pasca sarjana dan perkuliahan akan berlangsung tiga bulan ke depan, tekad untuk melanjutkan kegiatan sosial di kampus baru pun muncul lagi. Iseng-iseng, saya cari di mbah Google dengan kata kunci “kegiatan untuk volunteer yang ada di Indonesia.” Kemudian muncullah nama Indorelawan.

Kegiatan-kegiatan yang ada di Indorelawan sangat menarik sehingga tanpa pikir panjang langsung saja saya meminta bergabung bersama Indorelawan. Indorelawan begitu memudahkan niatan saya. Tanpa syarat apa pun bisa langsung daftar. Saya pun memilih bergabung dengan kegiatan dropbox Ramadhan Ambassador karena pertimbangan kemudahan lokasi kegiatan yang bisa berlangsung di mana saja. Rasanya bahagia sekali karena hanya selang 15 menit setelah proses pendaftaran untuk kegiatan ini, saya langsung mendapatkan konfirmasi email dari tim Indorelawan.

Ofi dibantu oleh teman-temannya untuk mengumpulkan pakaian layak pakai di Payakumbuh. 

Tidak sampai di situ. Saya coba menghubungi sahabat-sahabat saya untuk menanyakan kesediaan mereka untuk ikut membantu kegiatan ini. Niat yang baik, diiringi cara yang baik, akan bertemu dengan hasil yang baik pula. Respons mereka ternyata positif dan menyatakan siap membantu. Selanjutnya saya juga menghubungi seorang admin dari salah satu media sosial di kota saya, Payakumbuh. Ternyata dia juga sangat senang bisa membantu kegiatan ini. Kemudian saya juga menghubungi beberapa forum dan komunitas yang ada di Payakumbuh.

Saya sangat bersyukur ternyata sahabat-sahabat saya, demikian juga dengan teman-teman dari forum & komunitas telah rela membantu dengan tulus. Mulai dari media sosial sudut payakumbuh, forum anak daerah kab lima puluh kota, komunitas Ar-riqin (peduli sampah) Payakumbuh, YVCI-PY (Yamaha Vixion Club Payakumbuh), Komunitas Reptil, sampai Madritista Payakumbuh. Melalui kegiatan dropbox ini, kami dipertemukan dengan banyak orang dengan latar belakang berbeda, tapi disatukan dengan kesamaan niat dan untuk membagi kebahagiaan bersama orang lain.

Karena kekurangan fasilitas, lantas kami coba menghubungi beberapa kenalan yang kiranya mau membantu kegiatan ini. Kami pun mendapat bantuan dari PT. SGA tours & travel, Klinik Bersalin Permata Hati (dr. Nike prasamya, SpOg), Shodia Flowers, Yakin Perabot dan Kodim 0306, dan Letkol Heri Sumitro. Dengan bantuan yang tak ternilai dari mereka, kami berhasil mempersiapkan segala kebutuhan untuk pelaksanaan kegiatan ini.

Selama seminggu, mulai dari tanggal 13 sampai 19 Juni 2016, kami membuka stand penerimaan donasi. Kami umumkan kegiataan penerimaan di media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Efeknya, banyak sekali akun-akun lain seperti info sumbar, dekatpyk, minangtourism, gadihbujangpayakumbuh, dan banyak lagi yang tergerak ikut membantu menyebarkan informasi ini. Beberapa radio di Payakumbuh seperti Tyara FM, Arief FM, Harau FM, dan Safasindo FM juga ikut membantu menginformasikan secara cuma-cuma. Betapa berkahnya bulan Ramadhan ini, saya bertemu banyak sekali orang yang baik!

Sebagian pakaian yang berhasil dikumpulkan oleh Ofi dan teman-teman. 

Setelah 1500 lebih baju yang masuk kami sortir dan kami rapikan, terkumpullah 650 sandang yang siap dibagikan berupa baju, celana, rok, mukena, dan jilbab. Kami juga memisahkan boneka, sepatu, tas, dompet, baju sekolah, dan sprei dalam kategori lain-lain yang mencapai jumlah 150 buah. Ini tetap berguna untuk cadangan nantinya.

Prosesnya tidak berhenti sampai di situ. Kami mulai menyurvei keluarga yang berhak menjadi penerima manfaat. Hasilnya kami berhasil mendata sebanyak 120 orang. Tiap orang mendapatkan kupon dan berhak untuk mendapatkan 5 buah sandang. Kami juga telah memutuskan akan mengadakan kegiatan pendistribusian pada hari kamis 23 Juni 2016 mulai dari jam 09.00 WIB.

Waktu sudah menunjukkan pukul 07.30 WIB. Para relawan dengan semangat mengangkat kotak-kotak ke dalam pick up. Beberapa relawan lainnya membantu bapak-bapak tentara memasang tenda di lokasi pembagian.

Saat kami datang, warga sudah menunggu di sana karena takut kehabisan. Padahal, kegiatan baru akan dimulai 1,5 jam lagi. Mereka tampak tidak sabar dan mengerumuni kami yang sedang berkemas. Dari sejumlah 18 orang relawan, sebagian besarnya adalah anak sekolah sehingga baru dapat bergabung di acara pada siang hari selepas jam sekolah. Jadi, kami yang saat itu hanya tujuh orang sangat kewalahan menghadapi desakan warga.

Sebelumnya, kami telah membuat tali-tali pembatas agar tidak ada warga yang menyerobot masuk. Namun, tepat pada saat stand dibuka, semua orang berdesakan mendorong ingin masuk. Sepuluh orang pertama sudah dilewati dengan rapi. Sisanya yang telah merasa lelah mengantri, langsung memaksa ikut masuk. Saya yang saat itu di posisi paling belakang sampai terdorong dan terduduk di antara kumpulan baju.

Selain kalah jumlah, kami juga merasa sangat kasihan untuk memaksa mereka keluar dari tenda karena banyak di antaranya yang sudah berumur lanjut. Seorang anak kecil pun ada yang menangis terjepit di antara kerumunan orang yang berdesakan. Saya berhasil menenangkannya dan memberinya sebuah boneka.

Jujur, perasaan lelah dan kesal bercampur dalam dada saya karena apa yang sudah direncanakan tidak berjalan sesuai rencana. Apalagi mereka saling tarik-tarikan baju dan memaksa mencari pakaian yang sesuai. Untungnya saya bisa cepat menghilangkan rasa kesal itu, mengingat betapa bahagianya mereka karena bisa mendapat pakaian lebaran secara gratis. Berbeda dengan kebanyakan kita yang dengan mudah bisa memilih model pakaian apa pun dan di toko mana saja yang yang kita mau.

Saat kerumunan mulai berkurang, saya baru bisa sedikit bercengkerama dengan para penerima manfaat. Mata saya melihat seorang ibu dan keempat anaknya terduduk lelah bercampur bahagia di pinggir trotoar. Lantas saya menghampiri ibu tersebut dan mengobrol sedikit dengannya. Beliau bilang kalau merasa sangat senang dengan kegiatan ini dan dengan polos berseloroh, “Kalau udah rezeki (memang) enggak kemana. Contohnya ini bisa dapat baju lebaran!”

Ada juga peserta yang menanyakan kapan kegiatan bagi-bagi baju gratisnya diadakan lagi. Malah ada yang datang bertanya berapa harga bajunya karena memang pakaian yang kami sortir masih bagus dan bersih. Malah ada beberapa yang baru dan masih ada label mereknya. Yang membuat terharu, ternyata ada juga peserta yang tidak punya ongkos untuk datang ke lokasi sehingga mereka rela mengayuh sepedanya susah payah selama satu jam perjalanan hanya untuk dapat sampai ke lokasi distribusi!

Ada juga peserta yang tidak bisa datang ke lokasi. Untuk mengatasi persoalan ini, kami dibantu oleh klub motor YVCI-PY (Yamaha Vixion Club Payakumbuh) yang bersedia mengantarkan pakaian ke rumah mereka. Banyak juga orang yang datang tanpa kupon dan mengeluhkan kenapa daerah mereka tidak dibagikan kupon. Hal semacam ini sudah kami pikirkan sebelumnya dan untuk itu, kami telah menyiapkan cadangan sebanyak 200 buah. Jadi, kami memberikan satu buah untuk yang tidak punya kupon. Dari ucapan terimakasih yang mereka sampaikan, tersirat rasa syukur atas rezeki mereka hari itu. Alhamdulillah, para penerima manfaat bahagia dengan adanya kegiatan berbagi baju ini.

Dari kegiatan ini saya belajar banyak bahwa hidup bukanlah melulu tentang uang dan kemewahan. Akan tetapi, kebersamaan, kepedulian, dan kasih sayang terhadap sesama adalah makna kebahagiaan yang sesungguhnya. Rasa terimakasih tak terhingga untuk sahabat dan saudara-saudara baru saya, para relawan dan para penerima manfaat kegiatan ini, yang telah menyadarkan saya untuk lebih mensyukuri hidup. Terkhusus untuk para sahabat baru saya sesama relawan, sungguh sebuah kebanggaan dapat mengenal kalian. Selalu ingatlah kutipan dari Anies Baswedan ini “Relawan tak dibayar bukan karena tak bernilai tetapi karena tidak ternilai.

Ditulis oleh Relawan Dropbox

Ofi Riega

indorelawan

Post by indorelawan

Indorelawan adalah wadah daring yang menghubungkan organisasi/komunitas dengan beragam sosial dengan para relawan yang memiliki talenta dan potensi. Kami percaya bahwa kerja sama di antara kedua belah pihak akan memperkuat jejaring sosial masyarakat dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik di Indonesia

Website: http://indorelawan.org