Berbekal Tekad dan Nekat, Rifaldi #JadiRelawan di Gunung Sinabung – Indorelawan Blog
Berbekal Tekad dan Nekat, Rifaldi #JadiRelawan di Gunung Sinabung
March 7, 2017
5

Tahun 2014 lalu, saat usianya masih 19 tahun, Muh. Rifaldi Pratama Putra, kelahiran Dampang, Sulawesi Selatan, 22 Januari 1995 bersama satu orang temannya terbang ke Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara untuk menjadi relawan tanggap bencana erupsi Gunung Sinabung. Saat erupsi Gunung Sinabung terjadi, hampir setiap hari ia membaca kicauan di Twitter dan berita di televisi yang tak henti-hentinya menggambarkan suasana di lokasi bencana dan posko-posko pengungsian. Dari kegelisahan hatinya untuk membantu para korban, ia pun tergerak untuk mendatangi langsung lokasi bencana di Tanah Karo, Sumatera Utara.

“Bermodal searching di internet, saya mencoba mencari jaringan-jaringan yang ada di sana untuk kemudian bisa memfasilitasi saya agar dapat terjun langsung ke lokasi. Akhirnya, saya menemukan kontak MER-C (Medical Emergency Rescue–Committee) cabang Medan. Setelah saya melakukan pembicaraan melalui telepon, saya sepakat dengan pihak MER-C untuk datang langsung ke Medan agar dapat memberikan bantuan secara langsung”, ungkap Rifaldi.

Tidak mungkin datang dengan tangan kosong, Rifaldi pun menggerakan teman-teman di Jakarta untuk melakukan penggalangan dana selama 3 hari untuk korban bencana erupsi Gunung Sinabung. Dana yang terkumpul ini nantinya digunakan untuk membeli kebutuhan logistik para pengungsi.

Indorelawan relawan sinabung sukarelawan
SMA Muhammadiyah 1 Kabanjahe yang dijadikan Posko Islamic Center.

Singkat cerita, ia dan seorang temannya pun berhasil mendapatkan penerbangan murah dari Jakarta ke Medan. Setibanya di Medan, di tengah malam buta, ia dan temannya dijemput oleh pihak MER-C dengan mobil ambulans. Keesokan harinya, mereka pun berangkat ke Kabupaten Tanah Karo, setibanya di sana ia ditempatkan menjadi relawan di Posko Islamic Center. Posko ini diisi kurang lebih oleh 600 keluarga dengan jumlah pengungsi sekitar 13.000 jiwa dari 5 desa yaitu, Sukanalu, Kutarayat, Kutagugung, Namanteran dan Gamber. Bertugas di bagian kesekretariatan, Rifaldi memiliki tanggung jawab untuk menerima dan mengeluarkan berbagai jenis sumbangan yang datang. Selain tugasnya tersebut, ia juga  menyempatkan waktu bermain bersama anak-anak untuk menghibur mereka.

 “Di sinilah semua cerita haru selama menjadi relawan saya dapatkan. Banyak pembelajaran yang saya dapatkan di posko ini, mulai dari keceriaan hingga kesedihan bersama para pengungsi, dari balita hingga lansia. Makan dan  tidur pun bareng-bareng dengan pengungsi, kadang di tengah-tengah mereka, kadang juga di tempat logistik dengan tidur beralaskan tumpukan beras atau karung gula hasil dari sumbangan donatur”, cerita Rifaldi.

Salah satu cerita yang berkesan untuknya yakni ketika menjadi saksi pernikahan sesama pengungsi “proses perjodohan mereka terbilang unik, karena mereka dari desa yang berbeda dan dipertemukan di posko pengungsian ini”, ungkap Rifaldi. Akan tetapi, kesedihan juga kerap kali terjadi di lokasi bencana, ketika salah satu relawan asli daerah setempat, yang ia kenal, menjadi salah satu korban yang meninggal akibat terkena awan panas pada erupsi Sinabung di tanggal 14 Februari 2014.

Rifaldi membantu menerima dan mengalokasikan bantuan untuk pengungsi di Posko Islamic Center.

Tidak terasa, kurang lebih selama 2 bulan ia menjadi relawan di Posko Islamic Center. Banyak pembelajaran yang ia dapatkan, mulai dari memahami arti kekeluargaan, kebersamaan, perjuangan dalam mempertahankan hidup di tengah bencana yang berkepanjangan. Teringat kembali diingatannya pada malam terakhir ia berada di Tanah Karo,

“Saya berpamitan dengan para pengungsi, isak tangis mengiringi perpisahan saya dengan mereka pada malam itu. Banyak yang meminta saya untuk kembali ke sana di lain waktu.”

Menjadi relawan di Gunung Sinabung adalah pengalaman Rifaldi yang sangat berharga yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidup. Namun, cerita tentang kepeduliannya terhadap Sinabung tidak berakhir sampai di situ. Rifaldi memutuskan bergabung dengan Komunitas Relawan Muhammadiyah (KRM) Jakarta di bawah Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), organisasi yang menaungi Posko Islamic Center ketika ia menjadi relawan di bencana Sinabung. Selang beberapa bulan kemudian, ia pun kembali ke Tanah Karo untuk membantu kegiatan ramadhan di sana dan sekaligus membantu dalam pengalokasian bantuan perbaikan rumah warga yang rusak terdampak letusan Gunung Sinabung.

Rifaldi berterimakasih untuk para pengungsi di Sinabung yang telah mengajarkannya tentang perjuangan hidup dan relawan MDMC maupun yang lainnya yang telah memberikan arti berbagi di dalam hidupnya.

Rifaldi bersama anak-anak di pengungsian.

————

Teman relawan, Rifaldi membuktikan bahwa dengan tekad dan niat yang kuat untuk membantu, menjadi relawan dapat mengajarkanmu banyak hal tentang kehidupan. Punya cerita pengalaman yang seru saat #JadiRelawan? Bagikan ceritamu di sini! Indorelawan siap mendengarkan dan berbagi inspirasi 🙂

 

Marsya Nurmaranti

Post by Marsya Nurmaranti

Biasa disapa Asa. Aktif di dunia kerelawanan sejak 2011 dengan menjadi kakak pengajar di Sahabat Anak Manggarai. Pengalamannya berkecimpung di berbagai kegiatan sosial mengantarkan Asa pada Indorelawan. Tertarik dengan dunia media sosial dan kerajinan tangan!

  • Muh Rifaldi Pratama Putra

    Intinya segala sesuatu yang diniatkan dengan baik tentunya akan meninggalkan kesan yang baik pula. Dan kenapa harus jadi relawan? Karena dengan menjadi relawan kita akan diperkenalkan dengan dunia luar, dunia yang mungkin baru dan akan memberikan kita lebih banyak arti kehidupan dan perjuangan dalam menggapai apa yang kita harapkan. Selain itu, dengan menjadi relawan itu artinya kita sudah berbagi dengan sesama. Berbagi tidak selamanya berkaitan dengan materi semata. Tapi bisa saja dengan tenaga atau bahkan pemikiran. Salam kemanusiaan!!!

    • Terima kasih Rifaldi sudah berbagi cerita dan pengalamannya! Tetap semangat #JadiRelawan 😀

  • Salut buat Rifaldi

    • Muh Rifaldi Pratama Putra

      Terima kasih

  • Pingback: 7 Kunci Dasar #JadiRelawan Saat Bencana Alam |()