Hai Anak Muda, Ini 3 Hal yang Bisa Kamu Lakukan untuk Anak-Anak Indonesia – Indorelawan Blog
Hai Anak Muda, Ini 3 Hal yang Bisa Kamu Lakukan untuk Anak-Anak Indonesia
July 23, 2016
0

Jujur saja, guys, sudah tiga puluh tahun berlalu sejak dicanangkannya tanggal 23 Juli oleh Presiden Soeharto sebagai perayaan Hari Anak Nasional, tetap saja hari ini tidak semeriah perayaan hari-hari nasional lainnya. Tujuan perayaan yang untuk menggugah kesadaran para orang dewasa akan jaminan dan perlindungan hak-hak anak, tak terkecuali hak akan pendidikan, pun sepertinya masih menjadi pe-er terbesar bangsa ini.

Bisa jadi persoalan ini karena kurangnya andil kita sebagai anak muda untuk ikut terlibat dalam kegiatan yang ‘memuliakan’ anak-anak Indonesia. Jangan-jangan kita pun mungkin masih melihat soal ‘pemenuhan’ dan ‘perlindungan’ hak anak (terutama hak pendidikan) sebagai persoalan yang berat dan kayaknya hanya urusan orang-orang tua yang duduk di gedung dewan atau pemerintahan saja. Padahal, kamu, kita, para anak muda kinyis-kinyis pun bisa ambil andil untuk pendidikan anak-anak Indonesia, loh!

Kamu bisa mulai dengan empat langkah ini.

1. Jangan terpaku kuliah atau karir saja. Berikan atau lakukan sesuatu yang walaupun nilainya menurut kita kecil, percayalah itu akan sangat bermanfaat untuk masyarakat

Belum punya uang atau harta untuk diberikan membiayai pendidikan anak-anak putus sekolah? Luangkan waktu berhargamu untuk jadi relawan. Tahukah kamu? UNICEF pada tahun 2015 lalu mengungkapkan data bahwa sebanyak 2,5 juta anak Indonesia putus sekolah. Menyedihkan, bukan?

Bolehlah sesekali kita berteriak protes menyalahkan pihak tertentu begini-begitu atas buruknya pemenuhan hak anak. Tapi coba kita arahkan energi tadi ke bentuk protes yang lebih elegan. Proteslah dengan aksimu! Proteslah dengan turun langsung menjadi relawan pendidikan!

Kuliah atau kerja memang penting sebagai modal masa depanmu, tapi bagaimana dengan masa depan anak-anak malang itu? Hiks.

Coba sekarang selipkan kegiatan kerelawanan di antara kepadatan jadwalmu. Sebulan sekali pun jadilah! Daripada menghabiskan waktu berhargamu demi mantengin vlog selebriti sosmed yang habis diputusin pacarnya (#ups) lebih baik mantengin anak-anak imut itu belajar buat masa depan mereka.

2. Jadi role model yang baik

Salah kalau kamu kira kamu cuma butiran debu yang tindak-tanduknya tidak berarti, apalagi berdampak ke sekitar kamu. Buat anak-anak yang masih polos itu, kamu itu bagai sosok yang siap untuk mereka tiru.

Anak-anak ibarat spons yang mudah menyerap apa yang mereka lihat dari lingkungan sekitar. Kamu yang terjun jadi relawan dan peduli dengan mereka, akan menggugah hati anak-anak itu. Bahwa ternyata ada orang-orang baik seperti kamu yang peduli dengan pendidikan mereka yang nota bene tidak ada hubungan darah denganmu sama sekali!

Kak Amin menyempatkan menjadi relawan pengajar di Sahabat Anak Manggarai seminggu sekali dan menemani adik-adik bermain bola di akhir pekan.

Mereka akan belajar kebaikan itu dari kamu! Bagaikan chain-reaction, tidak menutup kemungkinan bila kelak mereka telah mandiri nanti akan melakukan hal serupa. Berbagi kebaikan untuk sesama. Tanpa kamu sadari kamu telah turut mewarnai dunia pendidikan anak Indonesia dengan tinta indah, bersama-sama mereka.

Saat melakukan tugas kerelawanan itu juga kamu bisa membiasakan diri untuk menghargai pendapat anak dan memberi mereka ruang untuk berpartisipasi dalam menentukan pilihan mereka. Dengan interaksi semacam itu akan menginspirasi anak-anak juga dalam mengembangkan karakter-karakter baik dari dalam diri mereka. Softskill berupa sikap menghargai orang lain dan tanggung jawab dalam memilih itu adalah pelajaran berharga yang akan sangat bermanfaat untuk kehidupan mereka kelak.

3. Konsisten

Kebaikan yang sedikit tapi dilakukan dengan konsisten akan jauh lebih baik dibandingkan langsung banyak tetapi hanya sesekali, kalau ingat. Yakinlah bahwa yang berharga buat anak-anak yang rentan putus sekolah itu bukanlah semata hadiah tas sekolah, buku-buku tulis, atau uang biaya sekolah saja, tapi yang paling penting di atas itu semua adalah kehadiran kamu yang berinteraksi langsung dengan mereka. Merasakan kegembiraan bersama di tengah-tengah waktu bermain dan belajar bersama. Merasakan kesedihan mereka saat anak-anak itu tanpa diminta malah curhat tentang keadaan keluarga mereka.

Kak Vita dan Kak Nanda telah 3 tahun menjadi pengajar untuk kelas 2 SD.

Juga, saat kamu konsisten, tanpa sadar kamu telah belajar untuk bertanggung jawab pada pilihanmu sendiri, yaitu mengabdikan sebagian waktumu yang berharga demi masa depan aset bangsa kita. Konsisten semacam itu dapat melatih kamu untuk setia pada pilihanmu. Ya, semacam latihan setia pada pasangan seumur hidupmu nantilah #eh

Memang soal pendidikan anak Indonesia adalah amanat UUD 45 kepada pemerintah kita, tapi sebagai orang beruntung yang telah mengecap manisnya bangku pendidikan, tidak terelakkan lagi bahwa itu juga tanggung jawab moral kita!

Jalan kerelawanan adalah jalan yang bisa kamu pilih untuk ikut partisipasi dalam tanggung jawab sosial ini. Bisa jadi dengan ikut menjadi pengajar anak-anak jalanan atau sampai jadi pengajar full-time anak-anak di pelosok Indonesia selama jangka waktu tertentu selepas lulus kuliah nanti. Apa pun jalan andil yang kamu pilih, just do it!

Selamat Hari Anak Nasional!

Ditulis oleh Ryeska Fajar.

indorelawan

Post by indorelawan

Indorelawan adalah wadah daring yang menghubungkan organisasi/komunitas dengan beragam sosial dengan para relawan yang memiliki talenta dan potensi. Kami percaya bahwa kerja sama di antara kedua belah pihak akan memperkuat jejaring sosial masyarakat dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik di Indonesia

Website: http://indorelawan.org