Life for Edu & Semangat Pendidikan – Indorelawan Blog
Life for Edu & Semangat Pendidikan
May 31, 2016
0

Ibrahim Tan Malaka, Bapak Republik ini, pernah berucap bahwa terdapat tiga tujuan pendidikan bagi manusia, yaitu mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, dan memperhalus perasaan. Kita tentu sepakat bahwa tujuan yang pertama sepertinya telah menjadi tujuan utama bagi kebanyakan kita, bila tidak ingin disebut sebagai satu-satunya tujuan pendidikan, dan seolah tujuan kedua atau ketiga tidak kentara dampaknya.

Bila berkaca pada pengalaman mengecap dunia pendidikan selama ini, apakah kita sungguh-sungguh telah memiliki kemauan sekuat baja dalam mengejar cita dan perasaan sehalus anyaman sutera terhadap semua hal yang terjadi di sekitar kita?

Sementara kita masih berpikir telah tercapaikah dua tujuan terakhir pendidikan untuk diri kita sendiri, ada beberapa anak muda yang nyata telah mencapai dua tujuan pendidikan yang dikemukakan Tan Malaka tadi dengan memberi dampak yang riil bagi sesama.

**********

Adalah Hutomo Hadi Saputro, Ayu Nurul Huda, Dedy Sandro Lubis, dan Eva Ulisiana, empat anak muda yang tergerak untuk menginisiasi sebuah komunitas bernama Life for Edu yang merupakan komunitas sosial bidang pendidikan. Komunitas ini memiliki fokus untuk dapat memberikan kontribusi baik materi dan moril (semangat) kepada adik-adik tingkat sekolah dasar yang rentan putus sekolah.

Berawal dari kegiatan bakti sosial pada Januari 2015 di salah satu panti asuhan di Jakarta yang juga melibatkan beberapa teman mereka, ekspresi dan kegembiraan anak-anak di panti asuhan tersebut ternyata terus terngiang dan menggerakkan hati mereka untuk dapat melakukan acara serupa secara rutin. Sayangnya kegiatan yang direncanakan itu tidak dapat segera direalisasikan, terbentur kesibukan kerja dan beberapa hal lainnya.

Selang beberapa bulan, Hutomo menghubungi kembali ketiga Co-founders (Ayu, Sandro, Eva) untuk dapat membuat acara serupa. Berbekal pengalaman sebelumnya bahwa niat bisa jadi hanya tetap niat bila tidak langsung ditampung dalam wadah yang sesuai dan langsung dieksekusi, timbullah ide untuk membuat suatu komunitas agar kegiatan tersebut bisa berjalan rutin setiap bulannya dengan melibatkan kontribusi dari orang-orang lain yang juga peduli. Para pendiri Life for Edu meyakini bahwa banyak orang di luar sana yang memiliki hasrat untuk berbagi dengan sesama, tapi karena tidak ada wadahnya, niat tersebut pudar seiring dengan waktu.

Untuk menjawab hal itu, Life for Edu dibentuk sebagai sarana berkumpulnya orang-orang yang juga memiliki kekhawatiran yang sama mengenai anak-anak tingkat sekolah dasar yang rentan putus sekolah.

Demi membuktikan kesungguhan niat pembentukan komunitas itu, mereka mulai menyusun dan menyiapkan konsep program, struktur organisasi, sampai hal serinci SOP.  Akhirnya Life for Edu pun resmi berdiri pada tanggal 30 November 2015.

Susunan struktur organisasi Life for Edu sangat jelas beserta uraian tugas masing-masing. Founder sebagai Executive Director yang memiliki fungsi untuk mengawasi seluruh kegiatan dan kinerja tim Life for Edu membawahi empat jajaran Managerial, yaitu 3 CoFounder masing-masing sebagai Strategic Planner, PR Manager, dan Marcomm Manager ditambah Talent Development Manager. Executive Director juga langsung mengawasi 4 divisi untuk volunteer, yakni Divisi Observation for Edu, Dropbox for Edu, Graphic Design, dan Videographic. Untuk bisa bergabung menjadi volunteer Life for Edu, kesempatannya terbuka tiap 3 bulan sekali (Maret, Juni, September, Desember).

Kenapa Pendidikan?

Ruang gerak yang dipilih Life for Edu adalah pendidikan karena bidang inilah yang paling relevan dan dampak positifnya langsung dapat dirasakan kita semua. Penargetan siswa tingkat dasar sebagai fokus kerja Life for Edu juga tidak lepas dari hasil temuan riset yang cukup membuat mereka merasa miris. Dari begitu banyaknya jumlah siswa SD baik swasta/negeri (±27 juta), hanya sepertiganya saja yang bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya (SMP, SMA, Perguruan Tinggi).

“Ini yang kami lihat masih sangat kritis, dan betul penyebabnya ialah faktor ekonomi dan sosial. Faktor ini yang ingin kami bantu support. Khususnya, saat ini kami masih ingin fokus di Jakarta, yang ternyata masih cukup banyak adik-adik tingkat SD yang rentan putus sekolah,” ujar Hutomo. “Sasaran kami adalah adik-adik tingkat SD kelas 1 – 6, tidak ada batasan usia asalkan mereka masih dalam jenjang SD,” lanjut Hutomo.

Life for Edu menyadari banyaknya jumlah komunitas/organisasi yang bergerak di bidang sosial, khususnya pendidikan sehingga mereka cenderung untuk memperbanyak kolaborasi dengan komunitas lain untuk dapat menjalankan program-program yang bisa memberikan dampak lebih besar.

Program Life for Edu

Aktivitas Life for Edu saat ini adalah melaksanakan program utama mereka, yaitu “Contribute for A Good Cause.” Dalam program ini, Life for Edu terlebih dahulu akan melakukan riset lokasi SD yang berada di lingkungan dengan latar belakang ekonomi yang kurang (seperti pasar, pemukiman kumuh, dan lain-lain).

Lalu sebelum memilih satu anak (yang mereka sebut Edu) yang akan diberikan kontribusi setiap bulannya, Life for Edu juga akan melakukan observasi kelayakan anak yang akan dibantu. Layak atau tidaknya seorang anak menerima kontribusi tidak melulu dari sisi akademis anak karena Life for Edu memahami bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda.

“Yang kami lihat ialah kemauan si anak untuk terus bersekolah, semangatnya, perilaku di sekolah terhadap orang tua, guru, dan temannya, tapi dia tidak di support dengan latar belakang ekonomi yang cukup baik, yang mungkin membuat dia berpotensi putus sekolah di kemudian hari,” ungkap Hutomo.

Tim Observation for Edu akan melakukan wawancara/observasi dengan sangat teliti, bahkan berkali-kali untuk mendapatkan informasi yang valid tentang si anak. Orang tua si anak juga tidak luput dari observasi tim Life for Edu untuk memastikan apakah orang tuanya mendukung sang anaknya untuk tetap terus bersekolah atau tidak.

Setelah menentukan siapa anak yang akan dibantu, Life for Edu akan menanyakan perlengkapan sekolah yang dibutuhkan saat ini (seperti baju seragam, sepatu, tas sekolah, buku tulis dan semacamnya) oleh si anak. Life for Edu kemudian akan memberikan barang permintaan sang anak dengan spesifik, sebagai contoh, sang anak ingin tasnya bergambar apa, buku tulis bertema apa, dan lain sebagainya.

“Karena kami percaya hal-hal kecil seperti itu mampu meningkatkan semangat mereka dalam belajar.“

Mengenai program lainnya, Life for Edu mengakui bahwa hingga saat ini belum ada rencana pembuatan program baru karena masih ingin fokus untuk menjalankan program utama, meski tidak menutup kemungkinan munculnya ide-ide program baru.

Life for Edu menyadari bahwa program yang dibuat mereka belum masuk dalam kategori program berkelanjutan (hanya satu kali per anak dan tidak membiayai anak hingga lulus sekolah). Namun, mereka berharap bahwa lewat bantuan yang diberikan untuk anak yang hanya fokus 1 atau 2 anak per bulannya membuat sang anak dan orang tuanya melihat bahwa ada orang lain yang mungkin mereka tidak kenal, begitu pedulinya mengenai pendidikan mereka sehingga tidak ada alasan untuk menyerah tidak melanjutkan sekolah.

“Semoga hal itu akan menambah semangat mereka untuk dapat terus bersekolah. Life for Edu juga ingin agar 10-15 tahun lagi, who knows? Mereka di usia produktif dapat membantu dirinya dan keluarganya untuk merasakan hidup yang lebih baik,” pungkas Hutomo.

Proses Penggalangan Dana

Proses penggalangan dana yang dilakukan komunitas ini untuk Edu yang terpilih diawali dengan pembuatan e-poster untuk kemudian dipublikasikan melalui seluruh media sosial Life for Edu (setiap minggu pertama awal bulan), juga dibantu melalui media sosial pribadi dari seluruh tim Life for Edu.

Teman-teman yang ingin memberikan kontribusi bagi Edu terpilih dapat dilakukan dengan tiga cara, pertama dengan mendonasikan sebagian rezeki untuk dapat diberikan pada Edu terpilih di akhir bulan, kedua lewat sumbangan baju yang masih layak pakai, dan ketiga berupa sumbangan buku kategori bebas usia yang masih layak baca.

Selain melalui 3 cara tersebut, Life for Edu juga memiliki unit fundraising bernama Edu Warehouse & Library, di sana (melalui akun IG @eduwarehouse.library) Sahabat Edu bisa membeli merchandise Life for Edu, membeli item preloved, dan membeli item online shop atau usaha kreatif dari teman-teman yang mendukung Life for Edu. Karena dengan membeli 3 item tersebut, Sahabat Edu sudah turut andil dalam memberikan kontribusi.

Tantangan dan Harapan

Meski saat ini Life for Edu belum memiliki kantor pusat yang menetap, semangat mereka untuk membantu sesama, khususnya mereka yang rentan putus sekolah tidak menciut begitu saja. Tantangan yang Life for Edu hadapi selama ini masih mereka anggap berada dalam tahap yang wajar dan lumrah.

“Kami enjoy menjalaninya sejauh ini, selama niat kami baik ingin membantu sesama khususnya adik-adik, InshaAllah segala tantangan baik hari ini dan nanti ke depan bisa kami hadapi!” Ungkap Hutomo dengan tegas .

Harapan Life for Edu bagi komunitasnya adalah agar terus konsisten menjadi wadah yang dapat memberi dukungan dan bantuan adik-adik tingkat SD dan dapat memberikan dampak yang positif juga inspiratif kepada adik-adik yang dibantu, volunteer, tim founder, atau siapapun yang bersinggungan dengan komunitas ini.

Life for Edu ingin mengajak dan membutuhkan dukungan penuh dari siapapun yang ingin bersama-sama tulus hati bergerak membantu adik-adik kita yang rentan putus sekolah.

Juga, mereka memiliki mimpi untuk dapat membantu tidak hanya anak-anak yang kurang beruntung di daerah Jakarta saja, tapi juga di luar area tersebut dalam 2 – 3 tahun ke depan.

Narasumber

  • Hutomo Hadi Saputro (Founder & Executive Director Life for Edu)
  • Ayu Nurul Huda (Co-founder & PR Manager Life for Edu).

Ditulis oleh Ryeska Fajar.

indorelawan

Post by indorelawan

Indorelawan adalah wadah daring yang menghubungkan organisasi/komunitas dengan beragam sosial dengan para relawan yang memiliki talenta dan potensi. Kami percaya bahwa kerja sama di antara kedua belah pihak akan memperkuat jejaring sosial masyarakat dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik di Indonesia

Website: http://indorelawan.org