Menebar Senyuman ala #ISmile4You – Indorelawan Blog
Menebar Senyuman ala #ISmile4You
April 26, 2017
0

Semangat menebar senyuman ternyata memiliki andil besar dalam menentukan arah hidup seseorang. Senyum tak hanya mempengaruhi psikologi baik pada pelakunya, namun juga bisa memancarkan energi positif kepada penerimanya.

Selain mampu memperbaiki suasana hati, sebuah studi juga menunjukan bahwa tersenyum dapat mengurangi stres.

Fakta lain mengatakan bahwa mereka yang memiliki interaksi sosial yang buruk, cenderung mudah dipengaruhi oleh pemikiran negatif. Hal ini membuat mereka jauh dari keceriaan, selalu terlihat murung, hingga berimbas pada sikap dan perilaku yang mereka lakukan.

Senyum memang terlihat sederhana, siapapun bisa melakukannya, dimana saja dan kapan saja. Namun dari hal-hal sederhana itulah, sebuah atmosfer interaksi sosial yang nyaman bisa diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sadar akan pentingnya senyuman serta sikap positif dalam membangun interaksi antar sesama, maka muncullah sebuah gerakan kesadaran dari segelintir orang untuk mensosialisasikan aktivitas ini. Belakangan banyak orang menyebutnya #ISmile4You.

Tim Inti ##ISmile4You dari kiri ke kanan: Inanda Meitasari – Zahara Sakinah Abdullah – Fika Dian Nuranita – Arin Wijaya Hutapea – Rizka Kristanti

Komunitas ini tercipta karena pengakuan Fika Dian sebagai Founder dan Campaign Director #ISmile4You yang merasa terkejut ketika mengetahui bahwa orang-orang terdekatnya, mengakui pernah memiliki masalah interaksi sosial yang buruk hingga mendorong mereka untuk bunuh diri meski dari luar mereka terlihat baik-baik saja.

Karena ketakutan orang-orang terdekatnya mengalami isu personal yang lebih serius, Fika menyadari kepekaan dalam interaksi sosial secara person to person itu sangatlah penting. 

Dia juga meyakini bahwa senyuman tulus yang diberikan kepada orang lain, bisa saja menyelamatkan nyawa seseorang tanpa kita sadari.

Pada dasarnya, #ISmile4You telah lebih dulu muncul pada 24 September 2016 lalu. Ketika itu, Fika mencoba mengeluarkan ide pada satu kegiatan workshop bertajuk Forchange Cycle 1 yang digelar oleh Campaign.com. Namun, karena benar-benar baru launch di media sosial dengan bantuan teman-teman tim inti pada 28 November 2016, maka merekapun menganggap bahwa #ISmile4You telah berdiri selama kurang lebih 5 bulan. Sebuah pengharapan dari munculnya gerakan ini adalah menumbuhkan rasa kepedulian kepada sesama mulai dari dari melakukan hal-hal kecil namun sangat bermanfaat.

#ISmile4You tidak ingin mendapati sebuah kenyataan bahwa di sekitar kita, masih banyak orang yang meninggal karena tidak ada sama sekali orang yang peduli dengannya.

Adapun salah satu kegiatan yang pernah dibuat di tahun 2016 yakni eksperimen sosial “High Five Challenge” di Jababeka Education Park dan Mall Metropolitan Bekasi, di mana relawan #ISmile4You mengajak secara spontan orang-orang yang tidak dikenal untuk high five atau toss, untuk membuktikan apakah senyum itu memang menular dan membuat hari seseorang jadi lebih baik atau tidak.

“Reaksinya bermacam-macam, ada yg langsung balas toss, bengong dan lari. Karena kita kan memang nggak kasih tahu dari komunitas apa tiba-tiba datang dan tawarin orang-orang toss”, cerita Fika.

#ISmile4You lahir sebagai satu suara yang terus mengkampanyekan kepedulian kepada masyarakat luas. Mereka mengandalkan ketulusan hati para relawan untuk mensosialisasikan betapa sebuah senyuman adalah mata air yang senantiasa menyejukkan dahaga kegelisahan banyak orang. Mereka lahir sebagai satu gerbong besar yang didalamnya memuat serangkaian sikap positif dengan tujuan menebarkannya kepada publik.

Mereka bahkan tidak begitu suka disebut sebagai komunitas. Mereka menghindari anggapan bahwa setiap orang yang terlibat didalamnya harus bekerja dan mengelola project senyum secara ekslusif. #ISmile4You lebih suka disebut sebagai social movement.  Dengan begitu, semua orang bisa terlibat dalam gerakan sosial untuk mensosialisasikan pentingnya sebuah senyuman tanpa harus bergelut lansung di dalam voluntary sistemnya.

Dalam proses teknisnya, #ISmile4You memanfaatkan Indorelawan.org dalam perekrutan relawan mulai dari relawan administrator, media sosial, dan event project. #ISmile4You memiliki sistem kerja tersendiri untuk kerelawanannya. Mereka sangat mengedepankan ketulusan hati.

Para relawan di #ISmile4You adalah sebuah keluarga, yang saling membangun rasa pengertian dan menghargai. 

Bersama Relawan High Giver di Mall Metropolitan  Bekasi

Hal ini ditujukan demi kelancaran proses sosialisasi program kepada masyarakat awam baik secara online maupun offline nantinya. Meski sempat terkendala beberapa masalah saat perintisan, berbekal semangat kepercayaan dan kerjasama, #ISmile4You akhirnya bisa bertahan dan tetap eksis hingga saat ini. Pendekatan yang baik serta sikap keterbukaan adalah modal utama mereka untuk terus bergerak.

Berkat niat baik yang terus dirawat dengan kerjasama , gerakan yang bisa dikatakan baru seumur jagung ini berhasil mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Baru-baru ini, mereka berhasil menjadi Runner Up Campaign of The Year. #ISmile4You mendapat perhargaan atas semangat kebaikan yang terus digembar-gemborkannya. Mereka menyatakan bahwa kepekaan terhadap diri sendiri dan dunia sekitar begitu penting.

#ISmile4You mendapatkan juara Runner Up Campaign of The Year yang digelar Campaign.com

“Depresi bisa saja menyerang siapapun tanpa disadari. Jangan karena kita hidup di era teknologi dengan persaingan hidup yang ketat, kita menjadi egosi dan tidak mau peduli dengan siapapun”, cerita Fika.

Mutlak faktanya bahwa sebagai mahluk sosial, kita sangatlah membutuhkan interaksi. Jika kita ingin hidup di kehidupan yang sehat, maka kita harus membangun satu interaksi yang sehat pula. Sebab kunci bahagia yang sesungguhnya adalah ketika setiap manusia memiliki rasa kepedulian terhadap sesama.

Semoga hari kita menyenangkan. Jangan lupa tersenyum 🙂

Ditulis oleh Imron Fhatoni.

Disunting oleh Marsya Nurmaranti.

Imron Fhatoni

Post by Imron Fhatoni

Sebenarnya saya tidak bisa dibilang profesional dalam dunia kepenulisan, sebab saya tidak mempelajari bidang ini melalui pendidikan formal. Saya hanyalah seorang antusias. Dibanding soerang penulis, saya hanyalah mahasiswa yang gemar menulis.