Wujudkan Mimpi Anak Marjinal Bersama Yayasan Bulir Padi – Indorelawan Blog
Wujudkan Mimpi Anak Marjinal Bersama Yayasan Bulir Padi
August 1, 2017
0

Di balik setiap realitas getir, selalu terdapat kisah-kisah tentang manusia-manusia yang gelisah, lalu berikhtiar untuk melakukan sesuatu. Di balik cerita tentang perubahan sosial, selalu ada cerita tentang tindakan-tindakan kecil yang memicu perubahan tersebut.

Pemicunya tak selalu mereka yang berlabel pahlawan, prajurit hebat, ataupun manusia dengan trah separuh dewa yang jatuh dari langit. Pemicunya adalah orang-orang biasa yang melakukan tindakan-tindakan kecil, yang menggugah kesadaran publik.

***

Jika di Maluku ada sebuah gerakan yang mewadahi mimpi-mimpi anak pelosok, maka di Jakarta berdiri pula satu komunitas yang aktif bergerak dalam memfasilitasi banyak anak dari keluarga marjinal demi mendapatkan akses pendidikan.

Namanya Yayasan Bulir Padi (YBP). Berdiri semenjak 2002 lalu, komunitas ini sangat menaruh kepedulian terhadap kondisi akan banyaknya anak jalanan, pengamen, pengemis di Jakarta yang terdiri dari anak-anak di bawah umur dan remaja. Keprihatinan dan kepedulian itu pun perlahan menjadi suatu itikad baik, yang lalu menjadi kaki-kaki yang bergerak nyata demi merengkuh perubahan.

Melihat fenomena banyaknya anak jalanan di Jakarta, YBP memulai dengan terjun ke lapangan dan berdialog langsung dengan mereka melalui sebuah yayasan yang bergerak khusus menangani problema anak jalanan. Mereka hendak melakukan intervensi agar anak-anak tersebut tidak putus sekolah dan memilih jalan pintas dengan menjadi anak jalanan.

Shela Nurul, relawan Bulir Padi, mengajar Bahasa Inggris kepada anak bina Bulir Padi dalam program English for Confidence. Program baru ini bertujuan untuk mengembangkan kepercayaan diri anak bina Bulir Padi dalam menggunakan Bahasa Inggris.

Sadar bahwa ekonomi merupakan salah satu faktor penyebab anak putus sekolah, YBP pun segera mengambil peran. Yang mereka lakukan adalah memulai praktek-praktek pendidikan dan pembinaan dengan tujuan mengubah mental dan karakter para anak jalanan menuju perilaku-perilaku positif dan kelak bisa bermanfaat bagi banyak orang.

Bulir Padi percaya bahwa pendidikan merupakan salah satu alat untuk membantu mereka yang berada dalam kondisi marjinal bisa segera keluar dari belitan kemiskinan. Pendidikan adalah pemantik perubahan yang sosial. Dengan pendidikan, bangsa kita akan menjadi bangsa yang unggul dan kompetitif.

Knowledge is Power. Dengan senjata ilmu pengetahuan, kaum marjinal dapat mempunyai kepercayaan diri bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat dan mereka punya suara. Kepercayaan diri itulah yang nantinya akan mengangkat keberanian mereka untuk berdaya dan turut berperan dalam membangun bangsa.

Hal ini membuat YBP turut serta dalam memberikan beasiswa sekolah kepada anak-anak dari kalangan marjinal yang berada dalam golongan ekonomi lemah. Selain itu, mereka juga memberikan pendampingan pembelajaran dalam bentuk workshop yang pada dasarnya dilakukan oleh relawan, sesuai dengan kebutuhan topik yang dibutuhkan dan keahlian relawan itu sendiri.

Para relawan YBP

Mereka yang tergabung sebagai relawan Bulir Padi, awalnya direkrut secara non-formil di antara komunitas Bulir Padi sendiri. Baik dari donatur, relasi/teman, ataupun rekan mitra. Namun seiring dengan berkembangnya YBP beserta program-program yang mereka jalankan, maka berkembang pula kebutuhan dalam mengikutsertakan jasa relawan. Dengan demikian, YBP pun mulai mencari alternatif lain untuk memperluas jaringan relawan dengan memanfaatkan indorelawan.org.

Tia Sutresna, salah seorang pendiri YBP menuturkan bahwa sebenarnya, tak ada strategi khusus yang membuat komunitas ini tetap eksis sampai sekarang. Mereka sangat menghargai hubungan dengan berbagai organisasi lain yang akhirnya bermuara pada aksi saling membantu dalam meraih tujuan bersama demi membangun bangsa.

Tia Sutresna, Salah Seorang Pendiri YBP

Saya tidak bisa mengatakan apakah strategi yang kami lakukan selama ini adalah sebuah strategi ‘khusus’, namun memang BP (Bulir Padi) selama ini cukup bisa eksis atas ke-konsistenan dan fokus dalam bekerja sesuai misi/visi, serta profesionalisme tim kami.

Bahkan ia berkisah, selama YBP berdiri, ia telah mendapati banyak kisah yang begitu berkesan. Misalnya, dari seorang bocah kecil, seorang anak binaan yang mempunyai orang tua penjaga warung dan penjual sayur gerobak, kini dapat menjadi seorang kontraktor yang sukses dan dapat menghidupi kedua orang tua-nya.

Ada pula cerita tentang seorang janda penjual jamu yang antusias ketika bertemu Tia. Saking senangnya, ibu itu sampai mencium tangan Tia seraya berterima kasih atas bantuan beasiswa yang diberikan YBP kepada anaknya yang juga tergolong siswa berprestasi.

Tak heran jika Tia berharap bahwa YBP akan terus berkembang dan berkarya dalam hal memberdayakan kaum marjinal dan anak binaan, sehingga mereka dapat menerabas jalur kemiskinan dan menjadi individu-individu yang mandiri, berkarakter serta dapat berkontribusi positif terhadap komunitas dan kemajuan bangsa.

Masa depan bangsa ada di tangan para generasi penerus, jadi sebetulnya kami hanya memenuhi tanggung jawab kami untuk membantu memupuk talenta anak bangsa, dan menjaga jangan sampai keadaan ekonomi mereka menjadi penghalang terhadap hak ataupun kesempatan yang ada.

Kegiatan di Pustaka Bulir Padi di daerah Bidaracina, Jakarta Timur.

Mereka berharap agar dunia pendidikan di Indonesia akan lebih baik, dengan memberikan 100% akses yang sama terhadap pendidikan untuk semua anak dalam usia layak. Mereka tak ingin jika dalam dunia pendidikan terjadi disparitas yang justru menguntungkan sebagian pihak. Mereka ingin setiap anak, baik di pelosok atau di kota, si kaya dan si miskin, sama-sama mendapatkan akses pendidikan.

Cerita tentang YBP adalah cerita tentang kepedulian dan kepekaan. Apa yang mereka lakukan serupa lilin yang menerangi gerbong gelap dunia pendidikan kita. Di saat maraknya praktek komersialisasi dalam dunia pendidikan, mereka justru bekerja dengan mengedepankan kelapangan hati. Dengan pendidikan dan pembinaan, mereka mengajarkan kepada setiap anak tentang kemandirian serta sikap optimis demi mengukir jejak di masa depan.

Anak-anak binaan Bulir Padi di jenjang TK dan SD.

Saat media sosial kita sesak dengan berbagai aksi pencitraaan, mereka justru bekerja dalam diam, menggugah kesadaran, lalu melakukan hal-hal luar biasa. Mereka tak suka dengan publisitas. Yang mereka kejar bukanlah kemasyhuran atau popularitas, lalu memajang wajah di berbagai baliho di sudut kota.

Orang-orang ini melakukan banyak hal-hal besar dengan langkah-langkah kecil demi membumikan pohon-pohon gagasannya agar kuat mengakar dan menginspirasi orang banyak. Orang-orang ini bekerja untuk keabadian, bekerja untuk sesuatu yang jauh lebih bermakna. Meski pun tak dicatat sejarah, tapi nama mereka selalu tergurat abadi di hati banyak orang di sekitarnya.

Imron Fhatoni

Post by Imron Fhatoni

Sebenarnya saya tidak bisa dibilang profesional dalam dunia kepenulisan, sebab saya tidak mempelajari bidang ini melalui pendidikan formal. Saya hanyalah seorang antusias. Dibanding soerang penulis, saya hanyalah mahasiswa yang gemar menulis.