Cerita Alifya #JadiRelawan Hingga Mengikuti Konferensi Dunia di Paris
February 25, 2019
0

Volunteers do not necessarily have the time, they just have the heart.”, adalah sebuah kutipan dari seorang Elizabeth Andrew yang memberikan pandangan bahwa menjadi relawan adalah sebuah kemuliaan bagi lingkungan sosial di sekitar kita. Hal tersebut dilakukan oleh Alifya. Alifya pada awalnya seperti banyak mahasiswa kebanyakan, mempunyai semangat tinggi untuk beraktivitas baik di dalam maupun luar kampus. Lewat Indorelawan.org, Alifya mengenal The Street Store Indonesia, organisasi yang bergerak di bidang penyaluran kebutuhan sandang untuk masyarakat yang membutuhkan.

Sebagai Ambassador The Street Store Indonesia, Alifya mendapat kesempatan untuk mencoba beberapa peran, seperti mengemban tugas untuk mengenalkan tujuan TSSI dan cara berdonasi kepada pengunjung Car Free Day Thamrin setiap minggu pagi pada bulan April 2015.

Pop up booth The Street Store Indonesia di Car Free Day Jakarta

Ia juga pernah bertugas membagikan kupon donasi dengan berkeliling mencari penerima manfaat yang berhak mendapatkan sandang gratis di ketika TSSI membuat pop-up booth. Alifya memiliki pengalaman menarik saat membagian kupon donasi tersebut.

“Menariknya adalah, kadang ada mereka yang menolak kupon ini. Alasannya, takut ini adalah bentuk penipuan, atau karena masih merasa cukup mandiri untuk tidak menerima pakaian gratis. Tapi banyak juga yang menerima dengan mata berbinar dan sangat antusias.”

Kegiatan Berbagi Baju di bulan Ramadhan.

Tugas lain sebagai relawan TSSI yang pernah ia kerjakan adalah memegang bagian registrasi, yang bekerja untuk mencatat nama penerima manfaat yang datang. Hingga kini, Ia juga membantu untuk mengelola akun sosial media TSSI  seperti akun Instagram dan line@ juga menyiapkan caption foto-foto kegiatan untuk akun Instagram @TheStreetStoreIndonesia. Alifya mengungkapkan bahwa ia menyukai aktivitas ini karena dapat terlibat langsung dalam kegiatan yang diceritakan. Celetukan-celetukan lucu dari volunteer yang datang, kesan penerima manfaat, atau pesan yang dititipkan orang-orang sekitar menjadi konten yang ia bagikan.

Berbagi Cerita dan Belajar di Paris

Siapa sangka aktivitas bersama The Street Store Indonesia menjadikan Alifya terpilih untuk mengikuti 5th Business and Social Science Research Conference: Paris 2016 berkat esai yang ia tuliskan mengenai rancangan pengembangan program pemberdayaan masyarakat melalui The Street Store Indonesia.

Para relawan TSSI dan Mas Deni selaku penggagas TSSI sangat mendukung Alifya untuk menghadiri konferensi di Paris. Alifya dibekali atribut pin, goodie bag, spanduk mini, dan topi dari TSSI dengan tujuan untuk mengenalkan TSSI, Ia juga bisa membagikan atribut tersebut kepada peserta konferensi di Paris sebagai kenang-kenangan.

Esainya tentang The Street Store Indonesia mengantarkan Alifya mengikuti konferensi di Paris.

Dalam esainya, Alifya mengungkapkan bahwa TSSI adalah wadah yang tepat untuk dikembangkan sebagai program pemberdayaan. Ia bersama Fifi, salah seorang kakak kelasnya sewaktu SMA, merancang konsep program yang bertujuan tidak menimbulkan mental “tangan di bawah” bagi penerima manfaat. Idenya adalah dengan memberikan pelatihan kepada penerima manfaat untuk dapat melakukan proses pembuatan, pengemasan, dan penjualan produk sambal, yang nantinya keuntungannya akan dikembalikan kepada penerima manfaat sehingga mereka secara perlahan mandiri secara finansial dan tidak memerlukan donasi sandang lagi.

Selama mengikuti konferensi di Paris, selain bertukar pikiran tentang ide yang ia bawa, Alifya juga berkesempatan untuk  berdiskusi dengan perwakilan dari berbagai negara dan mengenal budaya masing-masing negara.

Alifya sudah memilih #JadiRelawan untuk mengentaskan kemiskinan sandang di Indonesia. Kamu? Yuk bergabung di Indorelawan.org, ubah niat baik kamu menjadi aksi baik!

Ditulis oleh Mega Liani Putri dan Meilki Riyanto Darmawan.

Disunting oleh Marsya Nurmaranti.