Hujan Deras Yang Terhenti Di Tempat Ini, Terminal Hujan
May 14, 2019
0

The way I see it, if you want the rainbow, you gotta put up with the rain”, sebuah kutipan dari seorang Dolly Parton yang memandang bahwa hujan adalah suatu peristiwa yang harus dilalui untuk mencapai keindahan sebuah pelangi. Sebuah organisasi bernama Yayasan Terminal Hujan (YTH) memiliki impian untuk mewujudkan keindahan pelangi bagi hidup anak-anak yang tidak seberuntung kita di luar sana.

.

Anggun Intan Pesona, salah satu penggagas YTH

.

Berawal dari pertemuan Anggun dengan Ibu drg. Wan Aisyah, yang memandang bahwa di sekitar Kota Bogor khususnya di Terminal Barangnangsiang masih banyak anak-anak yang mengalami masalah pendidikan yang dibarengi dengan ancaman-ancaman seperti turun ke jalan untuk menjadi pengamen, tawuran, bahkan drop out dari sekolah. Melihat hal tersebut, pada tahun 2011 mereka sepakat untuk membuat suatu wadah yang bertujuan melakukan pemberdayaan masyarakat dengan nama awal yaitu Komunitas Terminal Hujan. Kegiatan pertama dari Komunitas Terminal Hujan saat itu dimulai dengan menyusun kurikulum dan rumah bimbingan bagi anak-anak yang tinggal di kampung Kebon Jukut, sepanjang bantaran sungai Ciliwung.

.

Awal filosofinya adalah karena kegiatan kami terletak di belakang Terminal Baranangsiang dan selalu kehujanan karena tidak punya tempat berlindung. Harapannya nama yang unik dan catchy ini bisa langsung diasosiasikan dengan mudah oleh calon donor, ujar Anggun dalam memilih nama Terminal Hujan

.

Seiring berjalan dan berkembangnya komunitas ini, pada tahun 2016, Komunitas Terminal Hujan dengan landasan hukum yang legal dan kemudian berubah nama menjadi Yayasan Terminal Hujan (YTH). YTH juga mulai serius melakukan community development bagi para ibu-ibu, berupa pengembangan ekonomi melalui produksi makanan dan barang kerajinan yang bisa memberikan bantuan dana, hingga saat ini bekerjasama dengan Universitas Juanda Ciawi, produk Sari Nanas dan Cheese Stick sedang mengurus PIRT Dinkes, serta memproduksi Kopi Jenaka yang diinisiasi oleh anak-anak YTH.

.

Kebutuhan dan Tantangan

Alasan YTH bergerak pada bidang ekonomi dan pendidikan didasarkan pada kebutuhan dan tantangan utama warga kawasan kampung Kebon Jakut. Dengan kasus seperti pengangguran, drop out dari sekolah, dan perilaku anak-anak tersebut yang cenderung untuk turun kejalan melakukan kegiatan yang kurang positif dan menyita waktu.

.

Program dan Kegiatan

YTH memiliki beberapa program-program yang sudah berjalan seperti pembelajaran baca tulis, kegiatan softskill, newsletter THINK, beasiswa yang berkolaborasi dengan perusahaan dan yayasan penyalur dana, community development bagi ibu-ibu berserta anak muda melalui Kitchenesia, dan Festival Kampung Labirin.

.

Festival Kampung Labirin Astra Honda turut dihadiri Walikota Bogor

.

Pada Desember 2018, YTH melaksanakan Festival Kampung Labirin dimana berkolaborasi dengan Yayasan Astra Honda Motor dan warga Kampung Kebon Jukut, Kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor, untuk mewujudkan misi mulia yaitu membangun desa wisata yang bertujuan untuk merubah Kampung Tengah Kota (slump area) dari anak-anak YTH tinggal menjadi sebuah destinasi wisata di Kota Bogor. Konsep festival yang sangat unik dan berbeda ini memadukan kegiatan blusukan kampung, atraksi lokal oleh warga, dan kuliner khas Sunda dari para ibu-ibu.

.

Warga dan Relawan yang ber-selfie bersama penari Mojang Priangan

.

Anggun sebagai founder YTH, berharap kedepannya YTH dapat sebuah social enterprise yang mandiri dengan pendanaan hybrid tanpa 100% mengandalkan dari dana pihak ketiga, bisa mempekerjakan banyak warga yang membutuhkan lapangan pekerjaan, dan membuat model pemberdayaan Kampung Tengah Kota (slump area) yang dapat dipraktekkan bagi beberapa wilayah di Indonesia.

.

Bagaimana? sungguh menarik bukan aksi-aksi sosial dari YTH. Bagi teman-teman yang tertarik untuk melakukan aksi baik menjadi relawan, dapat profil YTH di sini

Mari teman-teman bulatkan semangatmu dan lakukan aksi baikmu!.

.

Sumber:

terminalhujan.org

tambo.co.id