Aliya, Menemukan Rumah Lewat Relawan

Aliya, Menemukan Rumah Lewat Relawan

Perkenalkan, aku Aliya, saat ini bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Rutinitasku berbeda setiap harinya: ada kalanya begitu sibuk, ada kalanya terasa ringan, dan di hari-hari tertentu justru terasa monoton. Di tengah hiruk pikuk pekerjaan, aku selalu menyisihkan waktu untuk mengikuti kegiatan relawan.

Awalnya, semua hanya berawal dari coba-coba ikut kegiatan sosial. Tapi perjalanan itu justru membawaku menemukan makna baru tentang pulang, rumah dalam bentuk tempat, pengalaman, dan manusia-manusia baik yang terasa dekat di hati.

Bermula dari Sekedar Eksplorasi Kegiatan

Aku sudah cukup lama mengenal dunia kerelawanan. Pada tahun 2017–2019, aku menjadi Palliative Care Volunteer di Pita Kuning. Dari sana, aku belajar banyak tentang empati, kesabaran, dan pentingnya hadir bagi orang lain, bukan sekadar membantu, tetapi menemani.

Namun setelah masa itu selesai, aku sempat vakum beberapa tahun. Kesibukan kantor dan tuntutan hidup perlahan menarikku ke dalam rutinitas yang membuatku menjauh dari dunia relawan. Waktu berjalan begitu cepat sampai aku lupa bagaimana rasanya menjadi bagian dari sesuatu yang bermakna.

Di awal tahun 2024, muncul kembali dorongan untuk terlibat. Aku membuka Indorelawan.org, mencari kegiatan yang berkelanjutan dan dilaksanakan secara offline. Dari situlah aku menemukan Inspiration Factory Foundation dan mendaftar sebagai Fasilitator pengajar anak-anak marginal. Saat itu, aku tidak punya ekspektasi apa pun. Hanya satu kalimat yang terlintas:

“Baiklah, kita coba saja!” seakan memberi kesempatan kecil untuk kembali bergerak.

Antara Keraguan dan Harapan

Saat pertama bergabung, aku merasa seperti memasuki dunia baru. Sebelumnya aku membayangkan suasananya seperti sekolah biasa, namun ternyata jauh berbeda. Sebagai fasilitator, tugasku bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga mendampingi anak-anak dalam berbagai kegiatan seperti diskusi kelompok, role play, hingga pentas seni.

Rasa khawatir sempat muncul karena harus mengajar. Dalam pikiranku, seseorang yang mengajar harus sangat pintar, menguasai materi, dan memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai. Sementara aku tidak berasal dari dunia pendidikan formal.

Namun semua berubah ketika hari pertama datang. Tim Inspiration Factory Foundation atau yang disebut InspiraTeam menyambut dengan begitu hangat. Penjelasan mereka jelas, suportif, dan membuatku merasa aman untuk memulai. Ketakutan itu perlahan memudar, digantikan rasa nyaman. Energi anak-anak juga sangat menular: senyum, tawa, rasa ingin tahu, dan antusiasme mereka membuatku merasa hidup.

Titik Balik Munculnya Sebuah Keyakinan

Pada pertemuan kegiatan volunteer yang ke-3 atau ke-4, aku bisa merasakan sebuah perubahan dalam diriku dari momen yang terjadi saat itu, yang membuatku semakin yakin bahwa Inspiration Factory Foundation bukan hanya sekedar tempat untuk kegiatan relawan, tapi tempat yang “klik” atau “cocok” denganku. 

Saat itu ada seorang anak yang terkenal sulit diatur, sulit untuk fokus. Aku mencoba untuk memikirkan pendekatan seperti apa yang bisa aku lakukan dengan latar belakang yang aku punya untuk bisa menarik anak tersebut. Aku melakukan pendekatan psikologi, dengan mencoba memberi apresiasi kecil, memberi semangat ketika dia berhasil ikut dalam suatu kegiatan, dan mencoba untuk membangun kepercayaan lewat perhatian dan kesabaran yang diberikan. 

Pendekatan yang aku lakukan membuahkan hasil, walaupun secara perlahan, namun anak itu mulai “merespon”. Dia mulai bisa fokus, dan turut aktif dalam kelas. Aku merasa terharu, bukan karena aku ini seorang yang “hebat”, tapi karena aku menyadari bahwa pendekatan yang tulus dan kehadiran nyata bisa membuka pintu ke dalam hati anak-anak.

“Ini tempatku!”, pikiran itu terlintas begitu saja saat itu, bukan karena aku bisa membantu tapi karena aku belajar banyak dari mereka. 

Tentang kesabaran dan harapan bahwa setiap anak punya hak yang sama untuk didengar, diperhatikan, dan diberi ruang. 

Perubahan dalam Diri: Lebih dari Sekadar Memberi

Sebelumnya, aku berasumsi bahwa anak-anak dari lingkungan marjinal itu akan sulit diatur, kurang disiplin dan terlihat tidak peduli akan pendidikan. Namun, pengalaman ini ternyata membuka pandanganku, anak-anak yang aku temui di sana justru menunjukkan hal yang di luar asumsiku, mereka memiliki semangat yang luar biasa untuk belajar dan berkembang.

Dan ternyata, semangat itu tidak hanya dimiliki oleh anak-anak saja, pada saat aku ikut volunteer di kegiatan pendaftaran murid baru, aku bisa melihat bahwa para orang tua juga turut menunjukkan semangat dan kesungguhannya agar anak-anak mereka bisa mempunyai masa depan yang lebih baik. 

“Aku belajar bahwa kadang kita terlalu cepat menilai. Kita lupa bahwa kesempatan untuk tumbuh bisa datang dari tempat yang sederhana,” ucapku dengan sungguh. 

Blessed, Kata yang Merangkum Segalanya

Kalau harus memilih satu kata untuk menggambarkan perjalanan ini, kata itu adalah blessed.

Aku merasa sangat bersyukur, bukan hanya karena bisa memberi tapi karena mendapatkan kembali lebih banyak dari yang bisa aku berikan. Pelajaran hidup, rasa empati, kebahagiaan sederhana dari tawa anak-anak, dan rasa belonging ke dalam komunitas yang penuh cinta.

Setiap minggu, aku bisa melihat senyum mereka, melihat kehangatan sesama relawan, dan aku merasa bahwa ini bukan hanya sekedar kegiatan sosial. Ini adalah rumah kecil di mana aku belajar menjadi manusia yang lebih peka, lebih sabar, lebih penuh harapan.

Lewat Inspiration Factory Foundation ini, aku bukan hanya membantu orang lain, tapi juga membantu diriku untuk tumbuh, berkembang, dan melihat dunia dengan hati yang lebih luas.

Jika Kamu Masih Ragu…

Kalau kamu membaca sampai bagian ini dan muncul pertanyaan dalam hati:

“Apakah aku bisa?”
“Apakah aku mampu?”

Percayalah, aku juga pernah merasa begitu. Tapi langkah pertama tidak harus sempurna. Kamu hanya perlu hadir. Sekecil apa pun peranmu: mendengar, mendampingi, memberi semangat; itu sangat berarti.

Menjadi relawan bukan hanya tentang membantu orang lain, tapi juga proses menemukan diri sendiri. Ia bisa menjadi cermin yang memantulkan siapa kita, apa yang kita yakini, dan apa yang ingin kita kontribusikan untuk dunia.

Kalau kamu sedang mencari makna, rasa pulang, atau kehangatan yang lebih dalam, mungkin ini saatnya membuka hati untuk berbagi. Siapa tahu, justru di sanalah kamu menemukan versi terbaik dari dirimu.Kalau kamu ingin mulai perjalananmu, coba eksplor kegiatan relawan melalui Indorelawan.org.

Temukan organisasi yang paling nyambung dengan hatimu dan izinkan langkah kecilmu membuka cerita besar berikutnya.

Penulis: Najwa Salsabila
Proofreader: Nabila Aprisanti
Approval: Indorelawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *