Di Balik Rel Kereta: Cerita Relawan dari Komunitas Edan Sepur

Di Balik Rel Kereta: Cerita Relawan dari Komunitas Edan Sepur

Apa yang pertama kali terbayangkan olehmu ketika mendengar kereta api? Sebagian dari kita mungkin berpikir bahwa kereta api adalah moda transportasi sehari-hari. Sebagian lainnya, mungkin terpikirkan rumah mereka karena lokasinya berdekatan dengan jalur perlintasan. Akan tetapi, bagiku kereta api bukan hanya sekedar transportasi biasa. Namun, memiliki arti yang bisa mengubah pandanganku melihat isu sosial yang ada di sekitar.

Perkenalkan namaku Ziyan Saniy Wahyudin. Biasa akrab disapa Zee. Aku merupakan relawan Disiplin Perlintasan di Komunitas Edan Sepur Indonesia. Komunitas yang berfokus pada isu kereta api dengan berupaya mendorong perubahan disiplin pengguna kereta api serta keselamatan masyarakat di sekitar jalur perlintasan.

Berawal dari Keinginan untuk Mengisi Waktu Luang

Awal kisahku bersama dengan Komunitas Edan Sepur dimulai pada tahun 2018. Saat itu, aku sedang menjalani gap year dan merasa bosan dengan aktivitas yang sama setiap harinya. Di tengah banyaknya waktu luang yang aku miliki, aku merasa butuh kegiatan yang bisa mengaktualisasikan diri. Keinginan itulah yang membawaku menemukan aktivitas seru di kota tempat aku tinggal. 

“Tahun 2017-2018 itu adalah masa-masa aku gap year. Aku ingin mencari kegiatan relawan yang kontinu, yang ada kegiatan setiap minggunya. Pas aku scroll Instagram, ketemulah sama akun Indorelawan. Dari situ juga bisa ketemu dengan Edan Sepur”

Pertama kali saat mengetahui adanya komunitas yang fokus pada isu perkeretaapian, jujur saja aku sangat penasaran. Aku belum pernah menemukan komunitas yang unik seperti ini sebelumnya. Dengan modal nekat dan tanpa ekspektasi, aku beranikan diri untuk mencoba. Ternyata kegiatannya sangat seru.

Pengalaman Disemprot Pelanggar Jalur Perlintasan

Sebagai Relawan Disiplin Perlintasan, aku sering terjun ke lapangan untuk mengedukasi pengendara di sekitar jalur perlintasan kereta api. Kami sering memberikan himbauan untuk disiplin berlalu lintas dan mematuhi peraturan. Namun, pengalaman berhadapan langsung dengan pengendara nakal yang tidak terlalu mengenakkan.

“Kadang suka dilawan balik sama orang yang aku tegur, meskipun sudah dinasehati baik-baik. Pas awal-awal aku juga sempat agak takut, tapi (relawan) yang lain bilang marahin balik aja”

Pas masih jadi relawan baru, aku sempat agak takut ketika disemprot sama pengendara yang kami cegat ketika akan menerobos. Mereka sering marah dan mengomel meskipun jelas-jelas telah melanggar aturan. Aku jadi sadar bahwa tidak semua orang bisa menerima edukasi yang kita berikan. Kadang ada yang menerimanya dengan baik dan kadang juga ada yang merasa tersinggung.

Kejadian yang Mengubah Caraku Berpikir

Selama menjadi relawan di Edan Sepur, ada kejadian sampai sekarang masih aku ingat. Awalnya kegiatan edukasi disiplin perlintasan berjalan seperti biasa. Namun, tidak terbayangkan olehku akan melihat insiden tertemper kereta api secara langsung.

“Aku lupa persis dimana kejadiannya entah di Cimindi atau di Andir. Ada anak kecil atau remaja yang tertemper pas aku lagi kegiatan disiplin perlintasan di tahun 2019.”

Kejadian tersebut berlangsung cepat. Perasaan takut, panik, dan sedih bercampur satu. Teman-teman yang lain juga ikut bantu telepon ambulans, bahkan ketua kami pergi memberikan santunan kepada korban. Saat itu, aku sadar bahwa menyaksikan sebuah insiden secara langsung bisa memberikan dampak emosional yang berbeda. Dibanding melihatnya di media sosial atau mendengarkan cerita dari orang lain.

Ketertiban Kita Bisa Menyelamatkan Semua Orang

Setelah bertahun-tahun di Komunitas Edan Sepur, aku selalu menemukan banyak pengendara yang bebal ketika diingatkan. Yang paling sering aku temui adalah pengguna jalur perlintasan yang menerobos ketika palang kereta api sudah tertutup. Mereka kadang juga tidak mengindahkan himbauan. 

Padahal, menurutku kesalahan berlalu lintas bukan hanya akan membahayakan diri sendiri. Akan tetapi, juga berdampak pada pengguna lain yang punya hak sama terhadap keamanan dan kenyamanan di perlintasan. Kadang aku suka berpikir, kenapa ya penerobos begitu tidak sabaran dan suka menantang maut? 

Pengalaman ini juga telah mengubah pandanganku. Tumbuhnya rasa waspada dan sikap hati-hati adalah perubahan yang paling aku rasakan. Aku menjadi punya kebiasaan baru untuk selalu mengingatkan orang-orang di sekitarku ketika berkendara.

“Aku jadi lebih aware. Aku juga jadi punya habit baru untuk ingetin keluarga dan teman-temanku agar berhati-hati. Aku terpikir, dalam berkendara akan ada orang yang selalu menunggu kita di rumah. Jadi, sangat penting berkabar dan berhati-hati dalam berlalu lintas.”

Maka dari itu, aku merasa edukasi terkait disiplin perlintasan harus terus dilakukan. Meskipun banyak orang sekarang yang makin paham, akan tetapi tetap ada saja yang suka melanggar. Aku sadar perubahan perilaku juga tidak bisa berlangsung cepat. Butuh waktu dan edukasi yang tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat

Ambil Langkah Menjadi Relawan

“Coba aja dulu, jangan salahin aku kalau kalian ketagihan hahaha”

Untuk kamu yang masih ragu jadi relawan, tidak ada salahnya untuk mencoba. Akan tetapi, tetap sesuaikan dengan minat kalian juga. Biar bisa tetap enjoy dalam menjalani berbagai aktivitas di komunitas kalian nantinya.

Aku dulu juga berawal dari coba-coba. Aku percaya pengalamanku sekarang merupakan salah satu keputusan yang tidak kusangka akan mengubah hidupku. Mengubah caraku melihat isu-isu sosial, menjadi lebih berhati-hati, dan melihat dunia kereta api dari perspektif yang lebih luas.

Saking serunya menjadi relawan, aku bahkan masih cukup sering ikut kegiatan meskipun sudah bekerja. Walaupun sekarang waktuku lebih terbatas dan hanya bisa ikut di akhir pekan, aku masih bersemangat memberikan edukasi bersama teman-teman relawan lainnya. Apalagi sekarang kegiatan di Komunitas Edan Sepur juga semakin beragam dan sering berkolaborasi dengan komunitas lain.

Tunggu apalagi, ayo mulai perjalanan kerelawananmu bersama dengan Indorelawan! Temukan berbagai aktivitas menarik yang sesuai dengan minatmu!

Penulis: Tari Aisyah Muhammad Masdar
Penyunting: Devia Amara
Approval: Indorelawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *